Pada tahun tujuh puluhan, Rhoma sudah menjadi penyanyi dan musisi ternama setelah jatuh bangun dalam mendirikan band musik, mulai dari band Gayhand tahun 1963. Tak lama kemudian, ia pindah masuk Orkes Chandra Leka, sampai akhirnya membentuk band sendiri bernama Soneta yang sejak 13 Oktober 1973 mulai berkibar. Bersama grup Soneta yang dipimpinnya, Rhoma tercatat pernah memperoleh 11 Golden Record dari kaset-kasetnya.

Rabu, 02 Oktober 2013

Rhoma Irama atau Mahfud MD?

Siapa yang jadi pilihan PKB Rhoma Irama ataukah Mahfud MD?




Rhoma Irama Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dan penyanyi Rhoma Irama menjadi calon presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa. Mereka menggalang dukungan hingga pemilu legislatif sebelum PKB memutuskan siapa yang diajukan di Pemilihan Umum Presiden 2014 Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dan penyanyi Rhoma Irama menjadi calon presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa. Mereka menggalang dukungan hingga pemilu legislatif sebelum PKB memutuskan siapa yang diajukan di Pemilihan Umum Presiden 2014. Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Helmy Faishal Zaini, di Jakarta, Jumat (20/9/2013), mengungkapkan, Rhoma dan Mahfud memiliki modal sebagai capres. Rhoma, kata Helmy, pernah aktif di partai politik, menjadi anggota MPR, dan mengelilingi Indonesia selama 40 tahun lebih. Sebagai penyanyi, Rhoma juga memiliki karisma masyarakat. Sementara Mahfud adalah pakar hukum yang berpengalaman sebagai pengurus partai, anggota DPR, Menteri Pertahanan pada Kabinet KH Abdurrahman Wahid, dan Ketua Mahkamah Konstitusi. ”Rhoma populer di masyarakat kalangan bawah, sementara Mahfud memperoleh dukungan kelas menengah. PKB memberi peluang kepada dua figur itu untuk menggalang dukungan dari publik dan nanti digelar survei untuk menguji kemampuan, penerimaan, serta keterpilihan keduanya di mata publik. Setelah pemilu legislatif, PKB akan menentukan capres yang diusung,” kata Helmy, yang juga Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal. Juru bicara tim sukses Rhoma Irama¸ Jazilul Fawaid, mengatakan, Rhoma kian giat menyosialisasikan diri sebagai capres lewat PKB. Tim sukses mengaktifkan jejaring dan kegiatan di daerah basis penyanyi-pendakwah itu, seperti Sumatera Selatan, Lampung, atau Kalimantan Selatan. Salah satunya lewat Soneta Fans Club Indonesia. ”Sampai sekarang, kami saling menguntungkan. Rhoma bisa menggunakan PKB dan PKB bisa memanfaatkan Rhoma,” tutur Jazilul. Direktur MMD Initiative Masduki Baidlowi mengatakan, Mahfud telah berkeliling ke daerah, menemui para kiai, masyarakat, dan mulai membentuk jaringan relawan. Pertengahan September ini, misalnya, dia menjalin silaturahim dengan jaringan kiai di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan, Jombang, Jawa Timur. Dalam pertemuan itu, hadir juga simpul-simpul kiai di Jawa dan Madura. PKB merupakan titik berangkat Mahfud untuk masuk dalam panggung politik nasional, termasuk maju sebagai capres. ”Pak Mahfud tak pernah merasa bersaing dengan Rhoma. Keduanya sama-sama membesarkan PKB. Mahfud merasakan Rhoma sebagai kawan seperjuangan, bahkan sangat menyukai lagu-lagunya,” katanya. Menurut Sekretaris Jenderal PKB Imam Nahrawi, partainya mendorong dan memperkenalkan Rhoma dan Mahfud ke basis keluarga besar partai dan masyarakat agar meraih dukungan lebih luas. Nanti akan dilihat sejauh mana tingkat keterpilihan dan penerimaan masyarakat terhadap keduanya. Musyawarah Kerja Nasional PKB akan membahas kriteria, prasyarat, dan mekanisme penetapan capres, sedangkan pengambilan keputusan dilakukan pada Musyawarah Pimpinan Nasional. ”Beginilah cara PKB memberi ruang dan kesempatan agar masyarakat benar-benar bisa menilai, apakah beliau-beliau layak dan pantas sebagai Presiden RI,” kata Imam. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menilai, peluang Mahfud untuk menjadi calon presiden 2014 cukup bagus. ”Elektabilitas Mahfud bagus, demikian juga dengan penerimaan di koalisi. Koalisi penting karena untuk menjadi presiden harus meraih dukungan 50 persen plus satu,” ujarnya. Muhaimin menegaskan, dia tidak akan maju sebagai capres pada Pemilu 2014. Namun, Muhaimin membantah bahwa sikapnya itu cermin tidak percaya diri. ”Senior mendapat prioritas lebih dahulu. Tugas saya membesarkan PKB dengan membangun kolektivitas baru. Semua akan bergerak dan di situlah suara PKB akan naik,” ujarnya.

Muhaimin juga menyatakan, PKB tidak akan membuat konvensi untuk menjaring capres. Penentuan capres akan dilakukan dengan musyawarah DPP dengan mempertimbangkan perolehan suara, elektabilitas, dan peluang koalisi..

Sumber : KOMPAS CETA

Kamis, 25 Juli 2013

om Soneta Legendaris


Rhoma Irama
Rhoma Irama
Rhoma Irama
Latar belakang
Nama lahirRaden Irama
Nama lainRhoma Irama
Lahir11 Desember 1946(umur 66)
Bendera Indonesia Tasikmalaya,Indonesia
Kota SekarangBendera Indonesia JakartaIndonesia
Jenis MusikDangdut
PekerjaanPenyanyi
Aktor
InstrumenVokal
Gitar
PasanganVeronika (bercerai)
Ricca Rachim
Angel Lelga (siri-bercerai)
Marwah Ali
AnakPerkawinan dengan Ricca Rachim:
Debbie Veramasari (Debby Irama)
Fikri Zulfikar (Vicky Irama)
Romy Syahrial (Romy Irama)
Perkawinan dengan Ricca Rachim:
Ridho Irama [1]
Orang tuaAyah: Raden Irama Burdah Anggawirya
Situs resmiwww.rajadangdut.com
Anggota
Soneta Group


Raden Haji Oma Irama yang populer dengan nama Rhoma Irama (lahir di Tasikmalaya,11 Desember 1946; umur 66 tahun) adalah musisi dangdut dari Indonesia yang berjulukan "Raja Dangdut".

Sekilas[sunting]

Pada tahun tujuh puluhan, Rhoma sudah menjadi penyanyi dan musisi ternama setelah jatuh bangun dalam mendirikan band musik, mulai dari band Gayhand tahun 1963. Tak lama kemudian, ia pindah masuk Orkes Chandra Leka, sampai akhirnya membentuk band sendiri bernama Soneta yang sejak 13 Oktober 1973 mulai berkibar. Bersama grup Soneta yang dipimpinnya, Rhoma tercatat pernah memperoleh 11 Golden Record dari kaset-kasetnya.
Berdasarkan data penjualan kaset, dan jumlah penonton film- film yang dibintanginya, penggemar Rhoma tidak kurang dari 15 juta atau 10% penduduk Indonesia. Ini catatan sampai pertengahan 1984. "Tak ada jenis kesenian mutakhir yang memiliki lingkup sedemikian luas", tulis majalah TEMPO, 30 Juni 1984. Sementara itu, Rhoma sendiri bilang, "Saya takut publikasi. Ternyata, saya sudah terseret jauh."
Rhoma Irama terhitung sebagai salah satu penghibur yang paling sukses dalam mengumpulkan massa. Rhoma Irama bukan hanya tampil di dalam negeri tapi ia juga pernah tampil di Kuala LumpurSingapura, dan Brunei dengan jumlah penonton yang hampir sama ketika ia tampil di Indonesia. Sering dalam konser Rhoma Irama, penonton jatuh pingsan akibat berdesakan. Orang menyebut musik Rhoma adalah musik dangdut, sementara ia sendiri lebih suka bila musiknya disebut sebagai irama Melayu.
Pada 13 Oktober 1973, Rhoma mencanangkan semboyan "Voice of Moslem" (Suara Muslim) yang bertujuan menjadi agen pembaru musik Melayu yang memadukan unsur musik rock dalam musik Melayu serta melakukan improvisasi atas aransemen, syair, lirik, kostum, dan penampilan di atas panggung. Menurut Achmad Albar, penyanyi rock Indonesia, "Rhoma pionir. Pintar mengawinkan orkes Melayu dengan rock". Tetapi jika kita amati ternyata bukan hanya rock yang dipadu oleh Rhoma Irama tetapi musik pop, India, dan orkestra juga. inilah yang menyebabkan setiap lagu Rhoma memiiki cita rasa yang berbeda.
Bagi para penyanyi dangdut lagu Rhoma mewakili semua suasana ada nuansa agama, cinta remaja, cinta kepada orang tua, kepada bangsa, kritik sosial, dan lain-lain. "Mustahil mengadakan panggung dangdut tanpa menampilkan lagu Bang Rhoma, karena semua menyukai lagu Rhoma," begitu tanggapan beberapa penyanyi dangdut dalam suatu acara TV.
Rhoma juga sukses di dunia film, setidaknya secara komersial. Data PT Perfin menyebutkan, hampir semua film Rhoma selalu laku. Bahkan sebelum sebuah film selesai diproses, orang sudah membelinya. Satria Bergitar, misalnya. Film yang dibuat dengan biaya Rp 750 juta ini, ketika belum rampung sudah memperoleh pialang Rp 400 juta. Tetapi, "Rhoma tidak pernah makan dari uang film. Ia hidup dari uang kaset," kata Benny Muharam, kakak Rhoma, yang jadi produser PT Rhoma Film. Hasil film tersebut antara lain disumbangkan untuk masjid, yatim piatu, kegiatan remaja, dan perbaikan kampung.
Ia juga terlibat dalam dunia politik. Di masa awal Orde Baru, ia sempat menjadi maskot penting PPP, setelah terus dimusuhi oleh Pemerintah Orde baru karena menolak untuk bergabung dengan Golkar. Rhoma Sempat tidak aktif berpolitik untuk beberapa waktu, sebelum akhirnya terpilih sebagai anggota DPR mewakili utusan Golongan yakni mewakili seniman dan artis pada tahun 1993. Pada pemilu 2004 Rhoma Irama tampil pula di panggung kampanye PKS.
Rhoma Irama sempat kuliah di Universitas 17 Agustus Jakarta, tetapi tidak menyelesaikannya. "Ternyata belajar di luar lebih asyik dan menantang," katanya suatu saat. Ia sendiri mengatakan bahwa ia banyak menjadi rujukan penelitian ada kurang lebih 7 skripsi tentang musiknya telah dihasilkan. Selain itu, peneliti asing juga kerap menjadikannya sebagai objek penelitian seperti William H. Frederick, doktor sosiologi Universitas Ohio, AS yang meneliti tentang kekuatan popularitas serta pengaruh Rhoma Irama pada masyarakat.
Pada bulan Februari 2005, dia memperoleh gelar doktor honoris causa dari American University of Hawaii dalam bidang dangdut, namun gelar tersebut dipertanyakan banyak pihak karena universitas ini diketahui tidak mempunyai murid sama sekali di Amerika Serikat sendiri, dan hanya mengeluarkan gelar kepada warga non-AS di luar negeri. Selain itu, universitas ini tidak diakreditasikan oleh pemerintah negara bagian Hawaii.
Sebagai musisi, pencipta lagu, dan bintang layar lebar, Rhoma selama kariernya, seperti yang diungkapkan, telah menciptakan 685 buah lagu dan bermain di lebih 10 film.
Pada tanggal 11 Desember 2007, Rhoma merayakan ulang tahunnya yang ke 61 yang juga merupakan perayaan ultah pertama kali sejak dari orok, sekaligus pertanda peluncuran website pribadinya, rajadangdut.com.[2]